Entri Populer

Senin, 03 Maret 2014

ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN


P A P E R

ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN
DAN ANALISIS MODEL PILIHAN SERTA
 IMPLIKASINYA TERHADAP RANCANGAN PEMBELAJARAN

Dosen Pembina :
Dr. Jasrial, M.Pd



Description: Description: unpWRN
 






Oleh :
FINA NOVTANIA
1303868 / 2013



PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011
BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

Pembelajaran bagian dari pendidikan, yang merupakan pilar penting dalam tubuh ketahanan nasional, menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kemudian diperhatikan oleh semua kalangan, terlebih bagi orang-orang yang bergelut didalam dunia pendidikan. Pendidikan yang baik menjadi sebuah tolok ukur terhadap kualitas hidup manusia dijamannya.
Pendidikan pada dasarnya terbagi dalam tiga jalur yaitu pendidikan formal (formaly education), pendidikan informal (informaly education) dan pendidikan non formal (unformaly education. Selain itu pendidikan dibagi kedalam beberapa jenjang, diantaranya ada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar (SD, MI), pendidikan menengah (SMP, Mts), pendidikan menengah atas (SMA), dan pendidikan tinggi (perguruan tinggi, akademik, dll) Ketiga jalur dan jenjang diatas akan berjalan baik, apabila pembelajaran yang dilaksanakannya berlangsung baik, dan pembelajaran akan berjalan baik apabila seluruh komponen pembelajaranya di rancang (di desain) dengan baik pula.
Desain Pembelajaran adalah disiplin yang berhubungan dengan pemahaman dan perbaikan satu aspek dalam pendidikan yaitu proses pembelajaran. Tujuan kegiatan membuat desain pembelajaran adalah menciptakan sarana yang optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Sehingga disiplin desain pembelajaran terutama berkenaan dengan perumusan metode-metode pembelajaran yang menghasilkan perubahan yang diinginkan dalam pengetahuan dan keterampilan siswa/mahasiswa. John Dewey (1900) menyatakan bahwa pendidikan memerlukan “linking science” antara teori belajar dan praksis pendidikan. Desain pembelajaran dianggap sebagai penghubung antara keduanya karena desain pembelajaran adalah pengetahuan yang merumuskan tindakan pembelajaran untuk mencapai outcome pembelajaran. Desain pembelajaran juga merupakan suatu sistem pembelajaran yang berfungsi sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. “ Instructional desain process it is the syntematic development of instructional specifications using learning and instruction theory to unsure the quality of instruction (seels,B & Glasgow Z. 1990:4)”, salah satu syarat yang harus diperhatikan dalam pengembangkan desain pembelajaran adalah prinsip-prinsip kurikulum dan kondisi pembelajaran.
Ada beberapa komponen utama yang harus diperhatikan dalam mendisain suatu pembelajaran, diantaranya : (1) Apa tujuan (objective) yang ingin dicapai?, (2) siapa audiens (learners) yang menjadi sasaran?, (3) Materi (subject content) apa yang akan diajar?, (4) Metode dan media apa yang paling tepat untuk mencapai tujuan?,(5) Bagaimana pencapaian tujuan tersebut diukur atau dievaluasi?
                          
Gambar 1. Komponen Utama Desain Pembelajaran
Selanjutnya Suparman (2001) mengatakan bahwa penggunaan pendekatan sistem dalam pengembangan pembelajaran menghasilkan berbagai model pembelajaran, diantaranya  adalah SAFE Model, Michigan State University Instruktional System Development Model, MINERVA Model, Teaching Research System Model, Banathy Model, Model Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), Model Dick and Carey, Model Pengembangan Instruksional (MPI).  Sedangkan Sudjana dan Ahmad (1997) menambahkan Model Gerlach dan Ely,  Model IDI dan Model Jerold E. Kemp.
                        Berikut ini kita akan mencoba menganalisis salah satu model pengembangan pembelajaran di atas yaitu Model PPSI, dengan menggunakan teknik analisis pengembangan model pembelajaran yang dikemukakan oleh Suparman (2001) yang terdidiri dari aspek Perumusan tujuan, Pengembangan alat evaluasi, Kegiatan Belajar, Pengembangan program kegiatan,Pelaksanaan pengembangan. 
B.     TUJUAN
Adapun tujuan dari kegiatan analisis ini adalah untuk menemukan kekuatan dan kelemahan dari model desain pembelajaran PPSI serta berusaha memodifikasinya menjadi sebuah model pembelajaran yang lebih efektif dan efisien versi penulis, serta mencoba untuk mengaplikasikannya terhadap suatu pokok bahasan pada bidang studi tertentu.




BAB II
PEMBAHASAN


A.    MODEL DESAIN PEMBELAJARAN PPSI
Model  PPSI ini muncul dilatarbelakangi oleh paradigma bahwa pendidikan merupakan suatu proses, maka diasumsikan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan sistem, dalam hal ini guru baru sebatas menyalurkan wawasan, belum bertanggung jawab secara profesional, adapun latarbelakang lain adalah tuntutan dari kurikulum 1975 yang berorientasi pada tujuan, relevansi, efisiensi, efektivitas dan kontinuitas.
PPSI merupakan singkatan dari prosedur pengembangan sistem instructional. Istilah sistem instructional mengandung pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan sistem dimana pembelajaran adalah suatu kesatuan yang terorganisasi, yang terdiri dari seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun fungsi dari PPSI ini adalah mengefeftifkan perencanan dan pelaksanaan program pengajaran secara sistemik dan sistematis, yang menjadi pedoman bagi pendidik untuk melaksanakan proses pembelajaran.
Dengan demikian PPSI adalah suatu langkah-langkah pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran sebagai suatu sistem dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien (Harjanti,2008:75). Model pengembangan pembelajaran PPSI ini memiliki 5 langkah pokok, Yaitu:
1.      Perumusan tujuan/kompetensi
Merumuskan tujuan/kompetensi beserta indicator ketercapaiannya yang harus  memenuhi 4 kriteria sebagai berikut:
a. Menggunakan istilah yang operasional
b. Berbentuk hasil belajar
c. Berbentuk tingkah laku
d. Hanya satu jenis tingkah laku
2. Pengembangan alat penilaian
a. Menentukan jenis tes/intrumen yang akan digunakan untuk menilai  
    tercapai  tidaknya tujuan
b. Merencanakan pertanyaan (item) untuk menilai masing-masing tujuan
3. Kegiatan belajar
a. Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan
b. Menetapkan kegiatan belajar yang tak perlu ditempuh
c. Menetapkan kegiatan yang akan ditempuh
4. Pengembangan program kegiatan
a. Merumuskan materi pelajaran
b. Menetapkan model yang dipakai
c. Alat pelajaran/buku yang dipakai
d. Menyusun jadwal
5. Pelaksanaan Pengembangan
a. Mengadakan pretest
b. Menyampaikan materi pelajaran
c. Mengadakan posttest
d. Perbaikan


                 
Gambar. Model Desain Pembelajaran PPSI

B.     Analisis Model Desain Pembelajaran PPSI
Dari lima langkah pokok yang dikemukakan PPSI dalam mendisain suatu desain pembelajaran dapat  kita lihat bahwa  ada empat kriteria yang digunakan dalam merumuskan tujuan atau indikator dalam pembelajaran, diantaranya :  menggunakan istilah yang operasional. tujuan pembelajaran (TIU) adalah kemampuan akhir yang akan dicapai setelah peserta didik menyelesaikan suatu kegiatan pembelajaran/ mata pelajaran. Seharusnya tujuan pembelajaran ini perlu ditunjang dengan kemampuan atau prilaku khusus yang disebut dengan tujuan istructional khusus (TIK). Syarat-syarat dalam menetapkan tujuan pembelajaran adalah tujuan tersebut harus berupa rumusan standar kompetensi (general objective, goals) yang akan dicapai, tujuan pembelajaran tersebut harus bersifat operasional dan dapat diukur. Kriteria yang lain yakni berbentuk hasil belajar dan berbentuk tingkah laku dan hanya satu jenis tingkah laku  sudah sesuai dengan ketentuan dalam menetapkan tujuan pembelajara, hanya saja dalam perumusan tujuan PPSI ini didak menjabarkan apakah tujuan pembelajaran itu akan dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa.
Langkah yang ke dua adalah menetapkan pengembangan alat penilaian, yang terdiri dari dua kriteria yakni merumuskan materi Menentukan jenis tes/intrumen yang akan digunakan untuk menilai   tercapai  tidaknya tujuan, Merencanakan pertanyaan (item) untuk menilai masing-masing tujuan. Seharusnya kegiatan ini dilakukan setelah kita menetapkan materi/content yang akan kita berikan kepada siswa, dari conten tesebut barulah kita bisa menetapkan jenis tes atau istrumen apa yang akan kita gunakan untuk mengukur ketepatan materi dan pencapaian tujuan.
Tahap yang ketiga adalah merencanakan kegiatan belajar, ada tiga langkah yang dilakukan pada tahap ini yakni : merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, menetapkan kegiatan yang tak perlu ditempuh dan menetapkan kegiatan yang akan ditempuh. Menurut penulis dalam melaksanakan perencanaan mengenai kegiatan belajar ini menetapkan kegiatan yang tak perlu ditempuh dan kegiatan yang akan ditempuh tidak perlu dicantumkan karna sugah tergambarkan pada langkah yang pertama.
Tahap yang keempat adalah  pengembangan program kegiatan, ada beberapa langkah yang harus dilaksanakan dalam tahap ini, diantaranya : Merumuskan materi pelajaran, menetapkan model yang akan dipakai, alat/pelajaran yang akan dipakai dan menyusun jadwal. Menurut penulis menetapkan model yang akan dipakai diganti dengan strategi pembelajaran, kemudian alat pelajaran yang dipakai diganti dengan merumuskan media dan sumber belajar yang akan digunakan dan menyusun alokasi waktu pembelajaran.
Tahap yang terkhir adalah melaksanakan pengembangan, langkah-langkah yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah : mengadakan tes awal, menyampaikan materi pelajaran, mengadakan posttes dan perbaikan.
Tahap-tahap yang dikemukakan PPSI dalam mendisain suatu pembelajaran dirasa cukup ribet dan lebih mementingkan perencanaan pembelajaran bukan pelaksanaan pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari tahap 1 sampai tahap 4 merupakan perencanaan sedangkan pelaksanaan pembelajaaran di letakan pada tahap kelima yaitu tahap pengembangan. Secara umum kelebihan dari model PPSI ini adalah (a) lebih tepat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan perangkat pembelajaran bukan untuk mengembangkan sistem pembelajaran, (b) uraiannya tampak lebih lengkap dan sistematis, (c) dalam pengembangannya melibatkan penilaian ahli, sehingga sebelum dilakukan uji coba di lapangan perangkat pembelajaran telah dilakukan revisi berdasarkan penilaian, saran dan masukan para ahli. Sedangkan kelemahan dari model PPSI ini adalah ada beberapa kegiatan yang bisa disatukan sehingga lebih mudah dilaksanakan guru dalam kelas.
Beranjak dari analisis diatas, penulis ingin  mengajukan sebuah model desain pembelajaran yang disebut dengan model PILIHAN, mengapa dinamakan demikian,karna model ini lebih ringkas, jelas dan lebih dapat dilaksanakan dalam pembelajaran di dalam kelas.
C.    Rumusan dan Aplikasi model pilihan
Berkaca dari kelebihan dan kelemahan dari model disain pembelajaran yang dikemukakan PPSI, maka penulis berusaha mengemukakan sebuah model disain pembelajaran yang lebih ringkas tetapi jelas dan lebih dapat dilaksanakan di dalam proses pembelajaran. Berdasarkan ketentuan dalam memodifikasi model desain pembelajaran yakni : (a)  Memperjelas urutan kegiatan yang semula tidak jelas urutannya,  (b) Mengganti istilah yang memiliki jangkauan lebih luas dan biasa digunakan oleh guru di lapangan, (c) Menambahkan kegiatan yang dianggap perlu dalam pengembangan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang akan dilakukan, (d) Mengurangi tahap atau kegiatan yang dianggap tidak perlu.
1.         Rumusan model “pilihan”
Model pilihan oleh (ADLIA ALFI RIANI)  yaitu :
a.       Langkah pertama yaitu melakukan identifikasi kebutuhan mata kuliah dan menentukan Tujuan Instruksional Umum (TIU).
b.      Langkah kedua adalah mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal mahasiswa guna mengetahui latar belakang pengetahuan dan tingkat pengetahuan mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan sehingga memungkinkan mereka dapat mengikuti perkuliahan dengan baik dan dengan itu dosen dapat memilih strategi dan metode perkuliahan yang akan digunakan.
c.       Langkah ketiga adalah merumuskan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang spesifik ,operasional dan terukur ,memuat apa yang harus dikerjakan dan apa ukuran keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan. Dan disamping itu TIK juga menjadi acuan dalam menyusun materi serta evaluasi yang cocok dengan TIK yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah perkuliahan berakhir.
d.      Langkah keempat adalah menentukan isi atau materi perkuliahan yang sesuai dengan TIK yang telah dirumuskan.
e.       Langkah kelima adalah menentukan kegiatan belajar,waktu dan strategi perkuliahan, media, alat dan sumber belajar yang sesuai dengan TIK dengan efektif dan efisien.
f.       Langkah keenam adalah melakukan evaluasi untuk mengontrol dan mengetahui keberhasilah program perkuliahan yang sudah dilaksanakan secara menyeluruh.
g.      Langkah ketujuh adalah menganalisis umpan balik untuk melakukan perbaikan (apakah program berhasil/tidak,kenapa berhasil/kenapa tidak berhasil,dan apa yang harus diperbaiki/revisi untuk perkuliahan yang akan datang).
            Untuk lebih jelasnya langkah-langkah pada model pembelajaran ”pilihan ”ini dapat dilihat pada bagan berikut ini :
 















2.      Aplikasi Model Pilihan ke dalam Rancangan Pembelajaran
Mata Kuliah                    : Evaluasi Hasil Belajar.
Waktu                             : 1 x Pert. (2x50 menit)
Pertemuan Ke                 : 1 (satu)
Satuan Pendd.                 : STKIP Gunung Panggilun Padang
I.       Identifikasi Kebutuhan Mata Kuliah .
Mata kuliah ini berguna bagi mahasiswa agar dapat memahami evaluasi pendidikan secara umum dan evalasi pendidikan secara khusus ,oleh karena itu mata kuliah ini dapat dijadikan panduan bagi mahasiswa dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar beserta tekhnik dan cara-cara pelaksanaannya secara baik. Mata kuliah ini berguna bagu mahasiswa terutama mahasiswa calon pendidik/guru yang mampu melaksanakan evaluasi belajar khususnya murid Sekolah Dasar.
II.    Identifikasi Karateristik dan Kemampuan Awal Mahasiswa.
Identifikasi Karakteristik dan Kemampuan Awal Mahasiswa ini dilakukan dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada mahasiswa di awal perkuliahan dan setelah itu dilanjutkan dengan melakukan pre test terhadap materi perkuliahan. Hal ini berguna bagi dosen untuk menentukan strategi dan metode perkuliahan yang akan digunakan dalam menyampaikan perkuliahan berdasarkan kemampuan awal dan karakteristik tersebut.
III. Merumuskan Tujuan Instruksional Khusus (indikator).
a.       Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian evaluasi pendidikan.
b.Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi dan tujuan evaluasi hasil   belajar.
c.       Mahasiswa dapat menyebutkan sabjek evaluasi pendidikan.
d.      Mahasiswa dapat menjelaskan ruang lingkup evaluasi pendidikan.
e.       Mahasiswa dapat menjelaskan konsep-konsep evaluasi pendidikan.
IV. Menentukan isi dan materi perkuliahan .
a.       Pengertian evaluasi pendidikan.
b.      Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pendidikan.
c.       Objek, Subjek dan Ruang Lingkup Evaluasi Pendidikan.
V.    Menentukan kegiatan ,strategi,media,aalat dan sumber belajar.
Tahap
Kegiatan Mengajar
Kegiatan Mahasiswa
Media/ Alat Pengajaran
Pendahuluan
1.    Perkenalan
2.    Memberikan materi (silabus) yang akan dipelajari.
3.    Menjelaskan TIU &TIK yang ingin dicapai dalam evaluasi hasil belajar
Memperhatikan
White board
Hand out
Penyajian
4.    Mengajak mahasiswa berdiskusi umum tentang apa saja yang diketahui sehubungan dengan evaluasi hasil belajar.
5.    Menjelaskan pengertian evaluasi pendidikan.
6.    Meminta pendapat mahasiswa tentang fungsi dan tujuan evaluasi pendidikan.
7.    Memberikan pertanyaan pada mahasiswa tentang apa yang mereka ketahui tentang objek, subjek dan ruang lingkup evaluasi pendidikan.
8.    Menjelaskan objek, subjek dan ruang lingkup evaluasi pendidikan.
Memberikan jawaban dan atau tanggapan.



Memperhatikan dan mencatat.













Whiteboard
Penutup
Menutup pertemuan dengan membuat kesimpulan
Memperhatikan dan mencatat


VI. Mengadakan Evaluasi.
      Evaluasi dilaksanakan sewaktu proses belajar mengajar berlangsung (evaluasi proses)  dengan mengadakan tanya jawab tentang: a) kenapa evaluasi itu penting dilakukan di sekolah? b) apa fungsi dan tujuan evalausi pendidikan?
Dan di akhir proses perkuliahan diadakan kuis yang harus dijawab oleh setiap mahasiswa.



VII.   Menganalisis Umpan Balik.
Hasil evaluasi dianalisis setelah selesainya proses perkuliahan dan dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kegiatan, waktu, strategi dan metode dalam melaksanakan perkuliahan berikutnya.